Penciptaan Hawwa

Ada bermacam-macam pandangan mengenai penciptaan Hawwa. Ada dua pandangan tentang bagaimana dia diciptakan. Salah satunya adalah konsep tentang penciptaan Hawwa dari tulang rusuk Adam. Konsep ini banyak dianut (namun tidak berarti secara otomatis akurat). Teori ini tak ada dukungan ayat Al-Qur’annya. Teori ini masuk ke dalam literatur Islam melalui orang-orang Nasrani dan Yahudi yang punya hubungan dengan sejumlah ulama awal.

Hawwa Diciptakan dari Tulang rusuk Adam
(atau Betulkah Begitu?!)

Sebagian ulama tafsir menyebutkan bahwa ketika Allah Ta’ala mengizinkan Adam untuk tinggal di surga, Adam suka jalan-jalan sendirian di surga, karena tak ada orang lain di sana. Suatu hari Allah Ta’ala membuat dia terlelap. Allah lalu mengambil tulang rusuk sebelah kiri Adam yang dinamakan al-qushairi, tulang rusuk yang pendek, dan menciptakan Hawwa dari tulang rusuk ini tanpa membuat Adam merasakan apa-apa atau merasa sakit sedikit pun.
Seandainya Adam merasa sakit dalam proses ini, tentu kaum laki-Iaki tak akan suka kepada kaum perempuan. Kemudian Allah membusanai Hawwa dengan busana pakaian surga, dan menghiasinya dengan segala macam perhiasan, lalu Allah mendudukkannya di sebelah kepala Adam. Ketika Adam terbangun, dia melihat Hawwa tengah duduk di sebelah kepalanya. Untuk menguji Adam, para malaikat bertanya kepada Adam, “siapakah ini, Wahai Adam?!” Jawab Adam, “Perempuan. “Para malaikat bertanya”, siapakah namanya?” Jawab Adam, “Hawwa.” Para malaikat berkata”, Betul, kamu telah berkata benar.” Kemudian para malaikat bertanya kepada Adam, “Kenapa dinamakan Hawwa?” Adam menjawab, “Karena dia diciptakan dari sesuatu yang hayy, hidup.” Para malaikat bertanya, “Kenapa Allah menciptakannya? “Kata Adam, “Agar dia merasa senang kepadaku dan aku merasa senang kepadanya.” Inilah makna ayat, Dia-lah Yang menciptaknn kamu dari diri yang satu dan darinya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya. (QS. al-A’raf: 189)
Nabi Muhammad saw bersabda: “Wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Karena itu, kalau kamu mencoba meluruskan wanita, maka dia akan patah. Namun jika kamu biarkan saja dia, kamu akan dapat memilikinya dalam ketidaklurusannya.” Menurut beberapa riwayat, ketika Adam melihat Hawwa, Adam mengulurkan tangan kepada Hawwa, kemudian para malaikat berkata, “Wahai Adam! Tunggu!” Adam berkata, “Kenapa harus tunggu, padahal Allah telah menciptakannya untukku?!” Para malaikat berkata, “Tunggu, sampai kamu membayar mahar kepadanya.” Adam bertanya, “Apa itu mahar?” Para malaikat menjawab, “Kamu harus bershalawat untuk Muhammad dan keturunan Muhammad tiga kali.” Adam berkata, “Siapakah Muhammad itu?” Para malaikat menjawab,” Nabi terakhir,  dia termasuk keturunanmu. Kalau saja bukan karena dia, kamu sendiri tentu tak akan diciptakan.”
Untuk tujuan apa Allah menciptakan Hawwa dari salah satu tulang rusuk Adam? Bukankah itu berarti menjadikan Adam suami bagi satu bagian tubuhnya sendiri?! Dan siapa yang mengatakan bahwa di dalam tulang rusuk terkandung unsur-unsur yang dibutuhkan untuk membentuk satu makhluk hidup’?! Kandungan tulang kebanyakannya kalsium…K arena itu, tidaklah logis dan tidak ada dukungan ilmiahnya kalau Hawwa itu diciptakan dari tulang rusuk, dari kalsium. Juga, mengatakan bahwa Hawwa diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok berarti mengangap wanita itu bengkok, menganggap ibu, kakak dan adik perempuan kita, dan istri kita bengkok. Teori seperti ini mencerminkan sikap terlalu melebih-lebihkan martabat laki-laki, sebuah sikap yang sama sekali tidak adil, padahal Allah bersikap adil kepada siapa pun baik itu laki-laki maupun perempuan.Yang juga penting untuk disebutkan di sini adalah begini: Seperti dikatakan sebelumnya, Adam, menurut anggapan dan keyakinan umum, berkata kepada malaikat tentang Hawwa, “Siapakah dia itu, dan untuk siapa dia diciptakan,” sementara Adam tidak tahu siapakah Muhammad itu! Apakah ini mungkin?! Menurut kami, ini hanyalah rekayasa imajinasi seseorang. Dan Allah-lah yang paling tahu.

Hawwa Bukan Diciptakan dari Tulang Rusuk Adam

Pandangan lain, yang tampaknya lebih logis dan berasal dari sebuah sumber yang jauh lebih andal, disebutkan dalam rujukan-rujukan seperti Tafsir-nya al-Ayyasyi dan Bihar al-Anwar-nya, dan dalam sumber-sumber lainnya yang andal.
Al-Ayyasyi mengutip Amr bin al-Miqdam yang mengutip ayahnya, “Aku bertanya kepada Abu Ja’far (Imam Muhammad al-Baqir as): ‘Dari apa Allah menciptakan Hawwa?’ ‘Apa kata orang tentang dari apa Hawwa diciptakan?’ tanya Imam. ‘Mereka mengatakan bahwa Allah menciptakan Hawwa dari satu tulang rusuk Adam,” jawabku. ‘Sesungguhnya mereka itu telah berkata dusta. Seakan-akan Allah tidak dapat menciptakan Hawwa dari selain tulang rusuk. ‘Aku berkata, ‘Semoga aku berkorban bagimu, Wahai putra Rasulullah! Dari apa Dia menciptakan Hawwa?’ Imam mengatakan, dengan mengutip ayah-ayahnya bahwa Rasulullah bersabda, ‘Allah subhanahu wa ta’ala mengambil segenggam lumpur dan mencampurnya dengan t angan kanan-Nya,* lalu Dia menciptakan Adam dari itu (campuran segenggam lumpur-pen.). Dan campuran lumpur itu, setelah digunakan untuk menciptakan Adam, masih tersisa dan sisanya ini digunakan Allah untuk menciptakan Hawwa.”‘ Karena Allah kuasa menciptakan Adam dari debu, maka Dia juga kuasa menciptakan Hawwa dari debu juga.

__________________________________________________________

*Allah tidak bertangan dan juga tidak berkaki. Kalau Al-Qur’an menyebut kata tangan untuk Allah, maka itu adalah kiasan saja, tujuannya agar kita bisa memahami maknanya.

Dikutip dari buku: KONSEP TUHAN menurut islam, karangan Yasin T. Al-Jibouri. Penerbit LENTERA.

5 Komentar (+add yours?)

  1. pustakapemikiran
    Okt 11, 2009 @ 05:36:13

    salam
    coba mampir

    Balas

  2. JUNAEDY
    Mar 20, 2010 @ 16:46:05

    Nabi Muhammad saw bersabda: “Wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Karena itu, kalau kamu mencoba meluruskan wanita, maka dia akan patah. Namun jika kamu biarkan saja dia, kamu akan dapat memilikinya dalam ketidaklurusannya.”

    maksud dari kata2 “patah” itu pa????

    tolong kirimkan ke emailku yaaach…..
    wassalam….

    Balas

  3. Syarif Hidayatullah
    Mar 25, 2011 @ 03:57:50

    maksud patah itu adalah gagal. kita akan gagal meluruskan kayu dengan cara membengkokkan langsung, melainkan meluruskanny dengan mengurutnya perlahan dan penuh kesabaran. begitu juga cara mendidik wanita secara kasar maka tidak akan berhasil. krn wanita itu letak kelemahannya pada perasaannya. oleh karenanya bimbinglah wanita dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang.niscaya dia akan nurut pada kita.sebinal apapun dia.

    Balas

  4. mustamar.sutan
    Jun 11, 2013 @ 05:42:11

    Istri Adam (tidak ada nama Hawa dalam Alqur’an) dari bagian Adam arti zat/bahan nya sama dengan Adam, jadi bukan zat lain, sedang memberi nama Hawa dengan segala sifat merendahkan wanita buka berita dari wahyu (Al-Qur’an) tapi cerita rakyat Babilonia 5000 tahun yang lalu, maka saya harapkan kepada Ulama/Da’i Islam, janganlah menyebut/ikut-ikutan pula mempopular nama Hawa sebagai istri Adam.

    Balas

  5. Yogi Marsahala
    Jun 21, 2013 @ 06:05:40

    sangat menarik pembahasan mengenai penciptaan Hawwa, komentar juga ya di blog saya myfamilylifestyle.blogspot.com

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: